
Surbaya, K-VID NEWS –
Lusinan orang TNI diharapkan terluka dan dirawat di beberapa rumah sakit di kota DPRD Malanga. Ada juga empat orang yang masih hilang.
Koordinator Malang Post LBH Daniel Sigian mengatakan bahwa setidaknya lusinan aksi skala besar terluka. Salah satunya terluka parah. Dia mencurigai kekerasan oleh pihak berwenang.
Daniel mengatakan pada hari Senin (3/24), “Meskipun kami memiliki inventaris, ada lusinan inventaris dan 1 korban terluka parah atas nama NH, Jaws dan Tulang gigi tumpul karena benda tumpul.”
Terlepas dari cedera, ada juga enam orang yang tersesat dalam kontak. Dua dari mereka ditemukan di Malik Mapolresta dan diteliti, dan empat lainnya masih gagal.
“Beberapa benar -benar hilang dan mengganggu. Sekitar enam laporan termasuk di AS, dari TV, AY, [Paan], N, AR dan RA [ditemukan]. Katanya.
Pada saat yang sama, kata Daniel, dan juga menangkap enam orang, tiga di antaranya masih diselidiki. Tiga orang, termasuk MTA (FT-SMP/kondisi Bab Kebocoran), F (Siswa), DR (Siswa/Tengah), dikeluarkan.
Sedangkan mereka yang masih ditangkap karena Bibi (siswa Ikip Budi Utomo), RA (lulusan sekolah menengah) dan ANR (UMM).
Dia berkata, “Tiga terbalik, sejauh ini ada tiga lagi, bahwa mereka tidak dibebaskan karena mereka mengatakan bahwa polisi mengatakan ujian lain.”
Daniel mengatakan bahwa proses meningkatkan polisi dan memperdalam inspeksi BAP dan BAP adalah sesuai dengan prosesnya. Bulan tindakan yang ditangkap diperlakukan oleh dokumen.
“Tapi yang kami sesali adalah bahwa seseorang, yang ditempati oleh kondisi yang tidak wajar, bocor kepada seseorang, dan kemudian banyak yang ditangkap oleh luka, kami menyebutkan proses disiplin diri yang dilebih -lebihkan,” pungkasnya.
Pada saat yang sama, polisi tidak menunjukkan pernyataan resmi tentang insiden dan penangkapan bulan itu. Kepala Departemen Hubungan Masyarakat Publik Polisi Kota Malangi Ipda Yudi Resdento mengatakan bahwa bosnya menjelaskan.
Insiden itu dimulai ketika siswa dan elemen masyarakat sipil mengambil langkah -langkah di Kota Malang DPRD.
Awalnya, pada hari Minggu (3/23), pada 16.00 WIB, Kota Malang mulai meluruskan jalan di depan DPRD. Sebagai protes, mereka membawa poster dan spanduk yang bertuliskan ‘Yaback’!
Kemudian aksinya dipanaskan setelah jatuhnya puasa, sekitar 18:15 wibs. Dia mulai membakar beberapa barang di depan gerbang DPRD, dari ban yang digunakan dalam seragam tentara.
Sekelompok orang yang belum mengenali massa aksi, dan kemudian membuang senjata api dan molotov di atap bangunan DPRD di lantai pertama dan dua lantai. Api segera memecahkan petugas pemadam kebakaran yang merupakan penjaga.
Tidak ada informasi dari pihak resmi yang mulai terbakar. Masih belum diketahui apakah sekelompok batu dan kembang api adalah bagian dari massa aksi.
Wakil presiden Kota Malang DPRD mengatakan bahwa bangunan yang terbakar berada di sebelah timur gedung DPRD. Dan api di atap dan lobi bangunan utama berhasil padam.
Dia juga menyesali senjata api. Bahkan, katanya, anggota Malang DPRD siap untuk menyelesaikan massa aksi untuk penonton.
(FRD/DAL)